18 April 2024

Beda orang baik dan orang yang ada maunya

3 min read
sekarang bukan hanya sulit mencari orang baik yang memang benar-benar baik, tapi sudah sulit membedakan seseorang yang memang baik dan orang yang baik karena ada maunya..

Percayalah, semua akan baik jika ada maunya...

Beberapa hari yang lalu, saya menerima whatsapp dari seseorang. Dia mengetik dan menulis pesan tanpa henti. Saya membalas pesan yang ia tulis sedikit demi sedikit. Mengimbangi. Namun sebelum selesai saya membalas pesan demi pesan whatsapp yang ia tulis, ia terus mengetik. Seakan tanpa henti, di atas layar whatsapp saya terus ada tulisan sedang mengetik..


Satu pekan berlalu. Orang yang ngechat saya itu kini hilang entah kemana. Sebelumnya, dari pesan yang dikirim tadi, dia mempunyai suatu hal yang mungkin membutuhkan bantuan atau keperluan dari saya.

Sebagai orang yang berpegangan pada sabda Nabi ‘Khoirunnas anfa’uhum linnaas’, saya mengerjakan apa yang menjadi maksud dari pesan yang dikirimkan orang yang chat saya satu minggu yang lalu itu. Saya mengerjakan apa yang ia mau, yang ia perlu, lewat pesan yang dia tulis tanpa henti itu. Tanpa berpikir panjang, dengan tuntas tanpa ada kata tidak, saya mengerjakan itu semua. Tidak menolaknya. Itung-itung, selagi saya bisa membantu orang lain dan memberikan manfaat, mengapa tidak?

Namun, setelah selesai saya menyelesaikan keperluannya, ia tak lagi ngechat saya. Tidak lagi menghubungi bahkan ketika saya chat atau coba ngubungi dia, dia tidak membaca apalagi membalas pesan saya. Duh..

Kejadian semacam ini, hanya contoh kecil saja dalam kehidupan manusia di dunia. Baik nyata maupun dalam dunia maya. Sebagian orang akan baik jika ada maunya. Dan jika maunya itu sudah terpenuhi, keadaan akan kembali seperti semula. Ea nggak?

Orang yang baik karena ada maunya itu cenderung akan menjadi biasa-biasa saja setelahnya, tidak peka sama lingkungannya ketika mereka sudah tidak membutuhkan sesuatu dari kita lagi. Karena kecendrungan ini pula orang lain cenderung akan kecewa padanya dan cenderung sering salah sangka kalau dia mendekat pada orang lain. Waspada.

Baca juga  Carok

Saya kira, orang yang baik hanya karena ada maunya itu belum tentu jahat, hanya saja tetap aja kadang gak disukai sama orang lain dan bahkan diwaspadai sama orang lain karena sudah tau karakternya. Kebanyakan orang atau teman-temannya juga gak suka sama dia gara-garanya dia dianggap gak tulus kalau memberikan bantuan dan kadang orang males minta bantuan sama dia karena ngerasa harus bayar hutang budi dan semacamnya.

Pernah gak sih, merasa menyesal, udah memberikan bantuan atau menerima bantuan seseorang yang cuma ada maunya? Pasti pernah, lah. Dan itu bikin kesal rasanya sampek bikin kamu merasa menyesal udah menjadi orang baik dan berada pada keadaan dimana kamu butuh bantuan dia, dia malah bodoamat terhadapmu.

Orang yang baik karena ada maunya itu pintar banget kalau disuruh “bunglon”, sampek-sampek bakalan bikin kamu takjub dan gak nyangka banget ternyata dia baik karena menginginkan sesuatu yang kamu miliki, kamu bisa, kamu punya, dan kamu lah orang yang bisa membantunya. Syukur-syukur jika yang diinginkan hanya ingin mendongkrak popularitas, barang, atau benda lainnya. Lah.. kalau dia naksir sama istri atau pacar kamu juga, kan serem jadinya. Hahahaha..

Sekarang ini mencari orang baik sudah gak sulit lagi, banyak banget udah gak kehitung dan bahkan hampir gak bisa nemuin orang yang tidak baik. Sekarang ini yang sulit itu mencari orang baik yang baiknya memang benar-benar baik, bukan orang yang baik karena sebab dan ada maunya.

Barangkali, sekarang bukan hanya sekedar sulit mencari orang baik yang memang benar-benar baik tapi sudah sulit membedakan seseorang yang memang benar-benar baik sama orang yang baik karena ada maunya.

Kirim ke :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All of nules.co | Newsphere by AF themes.