11 April 2024

Durasi penghianatan

1 min read

Aku berjalan bergandengan pada Bayang
Menyusuri gelapnya Jalan, menuju lorong kepuasan.
Bersenda dengan Duka
Bergurau dengan Luka.
Pun kerap kali bersuka cita dengan tangis.
Dan aku bisa melewatinya. Kau Tahu,
Aku hanya punya Satu rasa sehingga bisa menempuhinya,
Rindu.

Kali ini seenja masih sama,
berwarnakan jingga merona
Aku bersama bayangan tertawa.
Oh iya, Kemarin aku hanya punya langkah lunglai,
Aku melenguh panjang,
Dan suaraku masih namamu.

Lama sekali aku Terpaku,
menghela Nafas dengan tersedu
Sebelum sepoi angin membawa lamunan
Namamu pada ujung pandangan.
Aku melamunkanmu dengan Bodoh
Kau melupakanku dengan Bahagia.
Singkat dan membuatku sekarat.
itu gayamu kan?

Aku tidak lupa
Tentang caramu menghitung kan warna pelangi untukku,
Tentang caramu membawa senyum yang tak pernah pekat manisnya,
Tentang caramu membunuh temaram hati dengan kabar suka
Tentang caramu mengupas air mata dengan sejuta janji

Aku tertawa dan Menangis
Sambil bertanya dan menjawab sendiri
Bagaimana caramu bisa Sehalus itu?
Malaikatpun tak’kan bisa sepertimu.
Ibaratkan kau menenunkan sutra
Lalu mencabiknya dengan Duri mawar.
Otakku takbisa menalar
Mengapa kau bisa Seiblis ini?
Padahal predikatmu orang yang ku cintai.

Aku membencimu
Itu ku wajibkan untuk hati.
Tapi tetap saja
Aku terjebak dalam kebencian ku.
Ah… Aku merindukanmu
dan aku bodoh.

Kirim ke :
Baca juga  Jadi Wanita Harus Siap Dengan Posisi Serba Salah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All of nules.co | Newsphere by AF themes.