11 April 2024

Eksploitasi Sampah Dapur: Pelajar SD Gresik Terlibat dalam Program Inovatif ECOTON

2 min read

Gresik, 2 Februari 2024 – Di Gedung Inspirasi ECOTON, Gresik, Ecological Observation & Wetlands Consevation (ECOTON) secara resmi meluncurkan modul “Sekolah Bebas Sachet dan Keluarga Sakenah,” sebuah langkah inovatif untuk meningkatkan kesadaran lingkungan di kalangan pelajar SD.

Acara ini berlangsung selama dua hari pada 31 Januari dan 1 Februari 2024.

Fokus pada Bahaya Mikroplastik dan Pembakaran Plastik

Dalam modul ini, Firly Mas’ulatul Janah, alumni Antropologi Universitas Surabaya, menyampaikan bahwa terdapat empat informasi kunci yang diajarkan kepada siswa: bahaya mikroplastik, dampak pembakaran plastik, pemilahan sampah, dan proses kompos.

“Dalam modul ini ada 4 informasi penting tentang bahaya Mikroplastik, dioksin dampak pembakaran plastic, pemilahan sampah dan kompos,” ungkap Firly.

Praktik Pemilahan Sampah dan Pengomposan

Langkah nyata diambil dengan melibatkan siswa dalam praktik pemilahan sampah di rumah, serta membawa sampah dapur ke sekolah setiap hari.

Di sekolah, ruang pengomposan disiapkan khusus untuk mengolah sampah organik tersebut.

“Dalam modul ini siswa melakukan praktik pemilahan di rumah dan membawa sampah organic seperti sampah dapur ke sekolah SETIAP HARI, di sekolah disiapkan ruang pengomposan,” tambah Firly.

Pengamatan Mikroplastik dan Pembuatan Makanan Sehat

Tidak hanya teori, siswa juga terlibat dalam pengamatan mikroplastik di laboratorium.

Selain itu, modul ini mendorong siswa untuk membuat makanan sehat, menunjukkan pendekatan holistik dalam pendidikan lingkungan.

Sikap Pro Lingkungan

Dalam konteks membangun sikap pro lingkungan, Kholid Idris, Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 1 Wringinanom, menyatakan bahwa siswa juga didorong untuk turut serta dalam solusi pengurangan plastik sekali pakai.

“Dalam modul ini siswa juga didorong untuk memiliki sikap untuk ikut bagian dari solusi pengurangan plastik sekali pakai dengan menggunakan tumbler, mengajak orang tua dan teman sebaya untuk mengurangi penggunaan makanan sachetan dan bungkus plastik sekali pakai,” tegas Kholid Idris.

Harapan dan Dampak Positif

Dengan kombinasi teori dan praktik yang kontekstual, program “Sekolah Bebas Sachet dan Keluarga Sakenah” diharapkan dapat membentuk generasi muda yang peduli lingkungan dan proaktif dalam menghadapi tantangan global sampah plastik.

“Kami berharap melalui program ini, siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga terlibat langsung dalam tindakan nyata untuk melestarikan lingkungan,” kata Firly Mas’ulatul Janah.

Program ini menunjukkan komitmen ECOTON dalam mengajak masyarakat, terutama generasi muda, untuk turut serta dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup.

Kirim ke :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All of nules.co | Newsphere by AF themes.