11 April 2024

Emas dan tanah

2 min read
Terlihat janggal bagi saya, ketika obrolan dan candaannya itu tidak biasa. Seperti ada sedikit sindiran dan nada merendahkan dari seorang istri kades itu kepada teman saya. Hingga dari kejadian itu, saya teringat sebuah bacaan tentang emas dan tanah yang..

Siang itu, saya berkendara dengan teman saya ke rumah salah seorang Kades (Kepala Desa) di Bangkalan. Kebetulan, teman saya yang ikut saya itu lumayan akrab dengan istri Kades tersebut. Karena saking akrabnya, hingga terjadilah obrolan dan candaan dari keduanya.

Namun terlihat janggal, bagi saya, obrolan dan candaannya itu tidak biasa. Seperti ada sedikit sindiran dan nada merendahkan dari seorang istri kades itu kepada teman saya. Hingga dari kejadian itu, saya teringat sebuah bacaan di Facebook beberapa hari lalu. Tentang percakapan emas dan tanah.

Emas berkata pada tanah. “Coba lihat pada dirimu, suram dan lemah. Apakah engkau memiliki cahaya mengkilat seperti aku? Apakah engkau berharga seperti aku?”

Tanah menggelengkan kepala dan menjawab : “Aku bisa menumbuhkan bunga dan buah, bisa menumbuhkan rumput dan pohon, bisa menumbuhkan tanaman dan banyak yang lain. Apakah kamu bisa seperti aku?”

Emas pun terdiam seribu bahasa!!

Memang, dalam hidup ini banyak orang yang seperti emas, yaitu berharga, menyilaukan, tetapi tidak bermanfaat bagi sesama. Sukses dalam karir, rupawan dalam paras, namun sukar membantu, apalagi peduli.

Tapi ada juga yang seperti tanah. Posisi biasa saja, bersahaja, namun ringan tangan, siap membantu kapanpun.

Makna dari kehidupan bukan terletak pada seberapa bernilainya diri kita, tetapi seberapa besar bermanfaatnya kita bagi orang lain. Jika keberadaan kita dapat menjadi berkah bagi banyak orang, barulah kita benar- benar bernilai.

Apalah gunanya kesuksesan bila itu tidak membawa manfaat bagi kita, keluarga, dan orang lain. Apalah arti kemakmuran bila tidak berbagi pada yang membutuhkan. Apalah arti kepintaran bila tidak memberi inspirasi di sekeliling kita.

So, hidup adalah proses, ada saatnya kita memberi dan ada saatnya pula kita menerima. Tetaplah menjadi baik walaupun dipandang sebelah mata.

Kirim ke :
Baca juga  Lora Ismail Al-Kholilie: Hadist yang Menerangkan Keutamaan Tarawih Itu Tidak Memiliki Sanad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All of nules.co | Newsphere by AF themes.