11 April 2024

Jangan Mengubur Keinginan

2 min read
Hargailah keinginan. Jangan mengabaikannya, apalagi menguburnya. Keinginan tidak pernah mati. Sekuat apapun kita menguburnya, suatu saat..

Empty Theresienwiese, Oktoberfestplatz in Munich in the summer of the corona pandemic 2020

Nules.co – Hargailah keinginan. Jangan mengabaikannya, apalagi menguburnya. Keinginan tidak pernah mati. Sekuat apapun kita menguburnya, suatu saat ia akan muncul kembali dalam wujud yang lain, yaitu penyesalan.

Kata-kata berenergi ini saya bungkus dan bawa pulang setelah menyaksikan anak-anak muda hebat yang tampil memukau di seminar internasional bertajuk “Scholarship and Essay Writing Workshop” di kampus UIN Sunan Ampel pada 04 November 2019 silam.

Ini tentang menghargai keinginan atau apapun yang berupa hasrat dan i’tikad baik. Kenapa harus dihargai? Karena memang ia berharga. Motivator Mario Teguh menyebut bahwa keinginan baik adalah nikmat dari Allah. Ia harus disyukuri dengan berusaha mewujudkannya.

Kadang, setiap kali keinginan baik menghampiri, kita langsung menampiknya atau bahkan menguburnya dalam-dalam. Mungkin dengan menganggapnya sebagai sebatas angan-angan belaka, atau menganggapnya sekedar mimpi yang hanya perlu diingat tanpa perlu diwujudkan.

Padahal, bisa jadi itu adalah cikal bakal dari sebuah perubahan besar dalam hidup kita. Betapa banyak sejarah mencatat terobosan-terobosan besar di tangan orang-orang hebat pada awalnya adalah mimpi dan sekilas keinginan. Tapi karena dihargai dan disambut hangat, ia benar-benar menjelma nyata.

Keinginan dan mimpi terkadang terasa besar untuk ukuran kemampuan kita pada suatu waktu. Tapi, dengan keyakinan positif bahwa keinginan tidak pernah salah alamat, kita harus menyambutnya dengan hangat, seakan-akan ia memang khusus diutus untuk kita. Bukan untuk orang lain. Tidak bisa oleh orang lain.

Keinginan sesungguhnya tidak pernah benar-benar mustahil buat kita. Selalu ada pembenaran untuk mengatakan dan meyakini bahwa ia realistis, bahwa ia bisa diwujudkan. Keinginan untuk kuliah S3, misalnya, selalu melintas dalam benak mereka yang sudah bergelar master. Tidak mungkin keinginan tersebut muncul dalam benak tukang becak lulusan Sekolah Dasar.

Baca juga  Bolehkah Menyebarkan Hadist Palsu dengan Dalih Untuk Memotivasi dalam Beribadah?

Memang harus diakui, banyak keinginan yang sedari awal terasa berat atau bahkan mustahil bagi yang memilkinya. Motivator Ippo Santoso punya resep untuk mengatasi hal ini. Menurutnya, ketika berhadapan dengan keinginan yang terasa berat dan menjurus mustahil, kita justru harus mengeksekusinya. Kalau kita tidak mampu, pada saatnya Allah yang akan membuat kita mampu.

Jalan terbaik untuk mewujudkan keinginan adalah berusaha keras. Usaha keras adalah pembeda antara orang yang menghargai keinginan dengan yang tidak. Antara orang yang ingin mencapai dan mewujudkannya dengan yang tetap ingin menyimpannya sebagai angan.

Semua hamba ingin selamat dan bahagia di akherat kelak. Tapi hanya yang berusaha keraslah yang akan benar-benar menggapainya. Alquran mengingatkan ini dalam Surat Al-Isra:19 “Dan barang siapa menghendaki kehidupan akhirat lalu berusaha untuk itu dengan sungguh-sungguh dan dibarengi dengan keimanan, mereka itulah orang yang akan mendapatkan hasil dari usahanya.”

Semoga kita senantiasa dititipi keinginan yang baik, dan diberi kemampuan oleh Allah untuk mewujudkannya. Aamiin.
Wallahu A’lam.

Penulis : Nasaruddin Idris Jauhar

Kirim ke :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All of nules.co | Newsphere by AF themes.