11 April 2024

Kandasnya kisah mamad dan iin

3 min read
Mamat yang dua hari sebelumnya baru mengakhiri hubungannya dengan iin, masih tidak sepenuhnya menikmati kopi hitam pesanannya. Baca selengkapnya..

“ting” satu pesan diterima.
Malam itu, hp mamad berbunyi.
“udah?” tanya iin, singkat dalam pesan wa nya.
“Iya” balas mamad, lebih singkat.
“yaudah, terima kasih” tulis iin
“Iya” balas mamad, lagi, dengan kata yang amat singkat karena kekesalannya pada iin. Dan obrolanpun berakhir. Pada malam itu pula kisah kasih antar keduanya; berakhir, setelah sebelumnya, mereka menjalin suatu hubungan dan saling berkomiten.


“Bro, ayo ngopi” ajak mamat pada riyan
“ayo” jawab riyan sembari bergegas mengambil konci motornya

Sinar warm lampu-lampu di Cafe membuat para pencinta kopi, asyik dengan menikmati malam harinya. Tampak para pengunjung di Cafe sudut kota ramai dan memadati cafe. Ada yang berdiskusi. Ada yang sekedar ngopi. Ada yang asyik bercanda. Ada pula yang sibuk dengan Gadgetnya.

“mau pesan apa?” tanya riyan (sambil melihat-lihat menu dari atas hingga bawah) setelah mereka berdua tiba dan duduk di pojok Cafe sudut kota.

“kopi hitam” sahut mamat pada riyan sembari mengeluarkan se bungkus rokok dan korek dari saku jaketnya.

Malam yang dengan gelapnya orang beristirahat. Bulan yang dengan bintangnya sering menghias langit malam, malam itu, mamat dan riyan menghabiskan malamnya di Cafe sudut kota. Sebuah Cafe sederhana yang letaknya berada pada sudut kota.

Mamat yang dua hari sebelumnya baru mengakhiri hubungannya dengan iin, masih tidak sepenuhnya menikmati kopi hitam pesanannya yang sudah 20 menit sebelumnya, berada di depannya. “gimana hubunganmu sama iin?” tanya riyan membuka obrolan

“sudah buyar” jawab mamad seraya menyalakan korek dan membakar sebatang rokok nya, “dan aku sudah tak memperdulikannya lagi”

“Kok bisa, bro? Sejak kapan? Kayaknya kemaren-kemarennya masih bucin-bucinan ini.!!” cecar riyan pada mamat dengan tertawa kecil mengejek

Baca juga  Tiga Alasan Orang Memilih Golput dalam Pemilu

Mamad menyeruput kopi hitamnya, dan menjelaskan pada riyan bahwa wanita yang menjadi pujaan hatinya itu sudah memiliki tunangan atas inisiatif dari orang tuanya. “iin sudah bertunangan, dan ternyata sudah lama dijodohkan oleh orang tuanya. Dan katanya, dia tidak mau. Yaa, harusnya, dia itu mau tidak mau, harus mau”

“kalau dia sudah punya tunangan, lantas kenapa kamu masih menjalin hubungan dengannya, bro?” lanjut riyan mencari tau

“sedari awal aku menjalani hubungan ini, dia nggak pernah bilang akan hal itu. Dia nggak pernah bilang kalo dijodohkan. Bahkan, si iin itu dulu, ngakunya nggak punya pacar apalagi tunangan” jawab mamad, kesal..

“emang kamu gak pernah cari tau ta?” tanya riyan sambil terus memperhatikan mamad

“pernah, bro. Beberapa kali saya diceritain temen, bahwa si iin itu punya tunangan. Lalu ketika saya tanya si iin, dia hanya menjawab, dia akan dijodohkan oleh ortunya”
sambil menyedot rokok, mamad melanjutkan bicaranya “iin sering nge-les jika ditanya tentang akan perjodohannya itu. Kadang dia bilang, ‘aku nanti sakit jika kamu tanya itu’. Kadang juga dia bilang, ‘aku jadi nggak enak makan nanti kalo ingat pada rencana perjodohanku itu’, dan hal-hal lain, lah. Intinya, dia itu suka nge-les jika ditanya perihal rencana perjodohannya”

“Lalu dari mana kamu tau, kalo iin sudah punya tunangan?” tanya riyan seperti terus mengintrogasi sahabatnya itu

“selepas pulang dari kampus, aku pernah mengajaknya pergi ke taman kota. Nah, disitulah aku memaksanya untuk berterus terang, dan bercerita apa adanya.” mamad berhenti sejenak, menyeruput kembali kopi hitamnya

“Lalu?” tanya riyan dengan semangat

“disitulah si iin berterus terang, dan menceritakan perihal perjodohan serta pertunangannya. Aku bilang padanya; bahwa betapapun besar cinta, aku tak ingin merebut hak milik orang lain.” jelas mamad

Baca juga  Ruang Bawah Tanah

Malam semakin larut, dan Cafe sudah ingin ditutup. Satu-persatu lampu mulai dimatikan. Mamad menuju kasir membayar pesanan. Riyan menyeruput habis kopi milik mamad yang masih banyak tersisa di gelasnya. Keduanya pun pulang, dan kembali ke tempat masing-masing. Sekian.

Kirim ke :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All of nules.co | Newsphere by AF themes.