11 April 2024

Kebebasan atau kebablasan?

3 min read
Arti kebebasan berarti tidak terikat aturan, tidak ada aturan, leluasa dan tanpa terikat hukum. Sekarang coba kita definisikan arti bebas.

Nules.co – Akhir akhir ini, banyak orang menyuarakan opininya dengan berlindung dibalik kata “kebebasan”. Kebebasan untuk bertindak, bahkan sekarang kebebasan ini sudah mulai dibungkus dengan kata DEMOKRASI dalam bidang politik. LGBT misalnya.

Atau kebebasan ekspresi seperti yang dilakukan oleh Presiden Prancis misalnya atau kita melihat fenomena keputusan mahkamah konstitusi yang melanggar etika. Namun dibalik itu semua, mereka sukar untuk mendefinisikan kebebasan itu sendiri.

Dalam KBBI arti dari kebebasan dapat diartikan sebagai lepas sama sekali dan tidak terhalang, terganggu, sehingga bisa bertindak, berbuat, serta berbicara dengan leluasa.

Dalam pemahaman sekilas, kebebasan berarti tidak terikat aturan, tidak ada aturan, leluasa dan tanpa terikat hukum. Sekarang coba kita definisikan arti bebas itu sendiri. Kebebasan adalah suatu tindakan yang bebas dari keburukan. Kita bebas dari dipaksa misalnya.

Jadi, kita punya kehendak dari mentaati aturan atau tidak misalnya. Tidak ada paksaan. Lantas apakah kita juga bebas dari hukum?
Nah, dari definisi tersebut dapat diambil kesimpulan bahwasanya ada perbedaan yang menurut konsep kebebasan Isaiah Berlin seorang filsuf politik (1909-1997) menurutnya ada kebebasan positif (bebas untuk) dan bebas kebebasan negatif (bebas dari).

Konsep kebebasan yang ditawarkan oleh Isaiah Berlin merupakan sebuah konsep kebebasannya tidak sama dengan yang dikoar-koarkan para penganut konsep kebebasan secara liberal. Para pendukung LGBT misalnya. Jadi, konsep kebebasan secara liberal sudah menyalahi tatanan cara berpikir.

So, menurut Berlin yang dimaksud dengan kebebasan positif (bebas untuk) adalah pandangan yang menyatakan bahwa manusia pada dasarnya bisa dan harus mengaktualisasikan potensi-potensi yang ada pada dirinya. Untuk itu, manusia bisa memilih tujuan yang ingin dicapai di dalam hidupnya, serta memperoleh sarana-sarana yang dapat mendukung bagi tercapainya tujuan hidup tersebut.

Baca juga  Inilah alasan wanita pakai skincare

Sedangkan, konsep kebebasan negatif (bebas dari) adalah pandangan yang mendukung agar manusia tidak boleh dipaksa untuk melakukan sesuatu apapun. Di sini, kata “negatif” memiliki konotasi logika (tidak/bukan), bukan konotasi moral (baik atau buruk). Artinya, “kebebasan negatif” adalah konsep kebebasan yang menekankan pentingnya untuk “tidak dipaksa.”

Jadi, konsep kebebasan positif (bebas untuk) ini yang perlu dihindari dan harus dipahami secara benar, sebab dalam konsep ini titik tekannya adalah bagaimana kita mewujudkan apa yang kita harapkan dan tidak ada jaminan bahwa orang lain akan terbebas dari paksaan. Sementara itu, konsep kebebasan negatif (bebas dari) terdapat jaminan bahwa tidak akan ada satu orang pun yang akan dipaksa untuk melakukan sesuatu demi melayani tujuan dan kepentingan orang lain.

Kesimpulannya bahwa pemahaman kebebasan yang dapat kita tolak adalah kebebasan positif (bebas untuk), sebab konsep kebebasan ini akan dapat menyalahi kebebasan orang lain. Sedangkan konsep kebebasan (bebas dari) yang perlu kita pertahankan.

Namun, bukan berarti kita bebas dari hukuman, aturan dan konsekuen dari tindakan kita. Misal, kita punya kebebasan dalam memilih antara agama A dan agama B. Anggap saja milih agama A, tapi kita harus siap dan menerima dengan segala konsekuensi yang sudah diatur di dalamnya.

Demikian juga seperti aturan negara, organisasi maupun lainnya. Jadi, kebebasan positif (bebas untuk) sangat cacat logika semisal membunuh orang lain, mendukung LGBT, melecehkan hanya dengan bermodalkan kebebasan. Sebab semuanya tidak masuk akal sama sekali ‼️.

“Kebebasan boleh, tapi kebablasan jangan”.

Kirim ke :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All of nules.co | Newsphere by AF themes.