14 Juni 2024

Ketua IKA Stais : Dukung untuk Jadi Bupati Bangkalan!!

2 min read

Nules.co – Siang itu, matahari bersinar sangat panas. Agen-agen Kampus Stais (Sekolah Tinggi Agama Islam Syaichona Moh Cholil) Bangkalan berkumpul, bersilaturrahim dan temukangen di Hotel Rose Bangkalan.

Dengan mengusung tema “Menata ikatan, meniti arah pengabdian” Halal Bihalal IKA (Ikatan Keluarga Alumni) Stais sukses digelar pada Minggu (26/05).

Ada yang menarik dari tema yang diusung dalam Halal Bihalal IKA Stais ini. Mengapa mengusung tema tersebut? Apa tujuannya? Apakah ada pesan tersirat yang ingin disampaikan? Simak wawancara eksklusif Reporter nules.co dengan Mufti Shohib, Ketua IKA Stais Bangkalan.


***


To the point, pak ketua. Sebenarnya, apa pesan yang ingin disampaikan dari adanya acara Halal bihalal IKA Stais ini?

Saya berharap Alumni Stais bisa semakin kompak, solid, kemudian melekat dalam jiwa sahabat-sahabat alumni bahwa kita memegang tanggung jawab ideologis, ideologis sebagai alumni Syaichona Moh Cholil, maka darinya nilai-nilai itu yang mau ditransfer ke sahabat-sahabat alumni melalui event ini, kira -kira begitu.


Selain Halal Bihalal, program apalagi yang dilakukan oleh IKA Stais?

Dalam menata alumni, programnya yaa tentu penataan organisasi. Penataan organisasi yang sedang disusun adalah database alumni, sehingga kita bisa mudah mengakses alumni, berbasis profesi masing-masing. Jadi, ini mulai kita lakukan, mentracking istilahnya. Yakni mentracking karir-karir alumni di tengah-tengah masyarakat, mentracking kiprah alumni. Sehingga kalau itu sudah bisa dilakukan, harapannya bisa memikirkan maslahah yang jangkauannya lebih luas.


Selaku Ketua IKA, Anda kan juga dosen di Kampus Stais, pertanyaannya, untuk alumni itu sendiri, apa pengabdian yang bisa mereka lakukan untuk Stais? Apa yang bisa mereka persembahkan untuk Kampus Stais? Apakah antara alumni dan kampus itu ada sinkronisasi atau jalan sendiri-sendiri?

Baca juga  PAC Muslimat NU Kadur Sukses Gelar Konferensi Ke-6

Pertama, kalau rencana strategis pengembangan Kampus Stais, tentu tidak dilepaskan dari keterlibatan alumni. Apalagi pasca pindah ke gedung baru, Kampus Stais ini kan masih menata banget. Jadi, Kampus Stais ini didesain sebetulnya, bahkan hampir sepenuhnya didesain untuk bisa memaksimalkan peran-peran alumni. Buktinya, dari beberapa alumni yang qualifite (punya kualifikasi) dalam suatu bidang, memenuhi persyaratan, itu digunakan. Artinya kalau memang ada alumni yang punya dedikasi untuk membangun dan mengembangkan kampus, pasti itu yang lebih diprioritaskan (daripada yang bukan alumni).

Kedua, mengembangkan kampus itu kan tidak hanya berbicara di dalam Kampus Stais saja. Membangun masyarakat pun kan juga demi masadepan pembangunan Kampus Stais juga. Karena kampus itu kan tugasnya adalah pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. Saya kira, kiprah yang paling besar yang bisa digarap oleh alumni secara merata, adalah pengabdian masyarakat. Ya tentu tidak menafikan peran-peran alumni di sektor penelitian dan pendidikan. Namun di bidang pengabdian masyarakat, inilah yang paling menjadi topik utama ketika berbicara tentang alumni.


Terakhir, mungkin ada yang mau disampaikan?
Dukung saya jadi Calon Bupati Bangkalan. Hehehe (sambil tertawa dengan nada bergurau).

Kirim ke :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All of nules.co | Newsphere by AF themes.