12 Juni 2024

Persiapan Menghadapi Seminar Proposal: POV Penguji

2 min read

Nules.co – Kalian mau menghadapi seminar proposal skripsi? Selamat, ya. Berarti kalian sudah semakin mendekati detik-detik kelulusan menjadi sarjana. Untuk momen penting ini, tentunya kalian memerlukan persiapan ekstra. Apa saja yang perlu dipersiapkan dalam menghadapi seminar proposal?

Pertama, kalian harus banyak bersyukur kepada Allah atas kesempatan yang spesial ini. Tidak semua kawan kalian yang dulu sama-sama mendaftar kuliah, berada di level ini. Rasa syukur ini akan membuat kalian lebih rileks dan menghargai diri yang sudah bekerja keras. Berterimakasih pulalah kepada orang tua, guru, dosen pembimbing, dan siapapun yang telah berjasa kepada kalian, agar nikmatnya ilmu semakin bertambah.

Kedua, pelajari dengan baik lembar-lembar proposal kalian. Pastikan proposal berjilid yang kalian pegang, tata letak dan halamannya sama persis dengan yang dikumpulkan ke panitia ujian. Hal itu untuk memudahkan proses ujian pada saat penguji bertanya sesuatu terkait materi skripsi.

Ketiga, perhatikan aturan ujian, mulai dari waktu, apa saja yang harus dibawa, hingga dresscode ujian. Usahakan berangkat lebih awal, sehingga banyak waktu untuk persiapan kembali di lokasi.

Keempat, berlatihlah untuk presentasi, bahkan jika kalian sudah punya slide PowerPoint sekalipun. Pernah terjadi beberapa tahun lalu ketika saya menguji, tiba-tiba listrik padam dan proyektor tidak bisa dinyalakan. Untungnya mahasiswa yang sedang mendapatkan giliran presentasi sudah siap dan hafal betul dengan materinya, sehingga tetap dapat menampilkan performa yang maksimal. Untuk itu, sambil menunggu giliran presentasi, teruslah berlatih untuk menjelaskan isi proposal kalian.

Kelima, bagi kalian yang mengambil jurusan terkait bahasa asing, dipastikan nilai presentasi akan lebih tinggi jika kalian menggunakan bahasa asing tersebut. Misalnya di Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA), presentasi dengan menggunakan Bahasa Arab lebih diutamakan dan ada selisih beberapa poin daripada menggunakan Bahasa Indonesia.

Baca juga  Presma STAIS di Munas BEM Se Indonesia, Menyoroti Isu Sosial dan Jadi Pengguna Kopiah Tunggal

Keenam, kalian harus dapat meyakinkan penguji bahwa penelitian kalian penting untuk dilanjutkan. Ingat, ya! Proposal itu artinya pengajuan dan tentu belum final. Namanya juga proposal, bisa diterima, bisa tidak. Untuk itu kalian harus dapat meyakinkan penguji misalnya dengan data yang akurat, penelitian pendahuluan di lokasi, alur penelitian yang jelas, dan tentunya nilai novelty atau kebaruan dari penelitian kalian.

Ketujuh, jangan sekali-kali mendiskreditkan alias menjelekkan, atau merendahkan dosen pembimbing atau penguji kalian di ruang seminar. Sehebat apapun kalian, tetap saja sebagai peserta ujian yang nasibnya di ujung pena penguji dan pembimbing. So, ketika disalahkan, ya dengarkan, catat, dan katakan siap merevisi. Kecuali jika kalian dituduh melakukan plagiarisme misalnya, dan kalian sama sekali tidak melakukan itu, barulah bela diri. Tentunya dengan tetap menjaga etika. Toh saat ini sudah ada platform pengecek plagiarisme, sehingga tidak ada manipulasi.

Nah, itulah beberapa tips menghadapi seminar proposal POV Penguji. Bagaimana dengan POV Kakak tingkat? Yuk, buat tulisan tanggapan!

Kirim ke :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All of nules.co | Newsphere by AF themes.