11 Juni 2024

Presma STAIS di Munas BEM Se Indonesia, Menyoroti Isu Sosial dan Jadi Pengguna Kopiah Tunggal

1 min read

Nules.co – Badan Eksekutif Mahsiswa Keluarga Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Syaichona Moh Cholil Bangkalan Kabinet Ottige Adhikara (BEM KM STAIS) Mengikuti Kegiatan Musyawarah Nasional BEM SI ke-XVII (MUNAS BEM SI) di Universitas Komputer Indonesia dan Universitas Pasundan Kota Bandung Jawa Barat (Kamis,30/05/2024).

Kegiatan ini merupakan forum tertinggi dari Aliansi BEM SI Kerakyatan yang diselenggarakan rutin tiap tahun untuk membahas berbagai dinamika yang ada saat ini, serta melaksanakan
musyawarah guna melaksanakan amanah aliansi yakni pergantian roda kepemimpinan pusat hingga wilayah.

“Kegiatan ini membawa isu keresahan dan konflik yang terjadi antar wilayah dengan perwakilan delegasinya, kami BEM STAIS hal-hal yang sampai saat ini tak menemukan solusi terkait keresahan masyarakat Bangkalan, dengan harapan, ada beberapa solusi yang ditawarkan oleh keanggotaan BEMSI yang bisa kami bawa pulang ke Bangkalan.”

“Kita melihat budaya orang Indonesia itu berkopiah hitam, dan Bung Karno mengatakan itu identitas dari nasionalisme kita yang disebut nasionalis religius. Selain itu, sebagai delegasi dari kampus yang memiliki identitas pesantren, saya merasa bangga karna menggunakan kopiah hitam yang merupakan identitasi nasionalisme dan juga masih kental dengan nilai-nilai pesantren” ucap Samsul Arifin, Presma Stais delegasi Bem Stais

Ia menambahkan sebuah harapan kepada Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia Kerakyatan (BEM SI Kerakyatan) untuk terus mengawal suara-suara rakyat.

Kirim ke :
Baca juga  GP Ansor Galis Datangi Markas Akeloy Production. Ada Apa?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All of nules.co | Newsphere by AF themes.