11 Juni 2024

Sampah dan Pencemaran Lingkungan

2 min read

Nules.co – Laut adalah salah satu dari 17 tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) atau pembangunan berkelanjutan (2015-2030) yang diukur dengan menyeimbangkan tiga dimensi pembangunan berkelanjutan yaitu lingkungan, sosial dan ekonomi.

Laut adalah salah satu ekosistem perairan yang memiliki kemampuan untuk mempertahankan kelestarian ekosistem yang berguna sebagai penampungan akhir dari segala jenis limbah air yang dihasilkan dari aktivitas manusia.

Laut menerima bahan-bahan yang terbawa oleh air dari daerah pertanian, limbah rumah tangga, sampah, bahan buangan dari kapal, tumpahan minyak, dan bahan buangan lainnya.

Laut dianggap sebagai tempat pembuangan akhir bagi kehidupan manusia, namun hal itu diabaikan oleh manusia karena laut memiliki volume air yang cukup besar dan memiliki kemampuan untuk mengencerkan segala jenis zat yang dirasa tidak akan menimbulkan dampak sama sekali. Padahal tanpa disadari, terdapat suatu ekosistem kehidupan di dalam laut yang harus dilestarikan yang memiliki kemampuan untuk mempertahankan suatu keseimbangan dan salah satu kebutuhan manusia.

Kelestarian air laut apabila tercemari oleh zat-zat yang ditimbulkan oleh limbah manusia secara terus-menerus dengan volume yang besar dalam konsentrasi yang tinggi, maka dapat menyebabkan rusaknya keseimbangan laut. Dari rusaknya keseimbangan laut ini, dapat berdampak pula pada kelestarian alam dan terjadi dampak global untuk selanjutnya.

Telah kita ketahui bersama bahwa pencemaran sampah dalam laut di Indonesia merupakan permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia dan menjadi faktor utama permasalahan pencemaran di laut Indonesia, dimana, laut dilindungi untuk mencapai pembangunan berkelanjutan dan memecahkan masalah-masalah yang ada untuk saat ini dan untuk keberlangsungan kehidupan di masa depan.

Pencemaran sampah dapat berasal dari sampah yang dihasilkan oleh manusia yang kemudian dibuang ke sungai. Selanjutnya, sampah yang mengalir akan bermuara ke laut atau aktivitas manusia yang secara langsung membuang sampah ke laut. Semakin bertambahnya sampah setiap harinya, dengan seiringan semakin banyak juga jumlah penduduk Indonesia yang tentu saja akan menghasilkan sampah dari aktivitasnya.

Baca juga  Pentingnya pendidikan dalam pembangunan masyarakat

Volume sampah akan terus bertambah dan akan terus tertimbun apabila tidak ada solusi atau cara untuk menyelesaikan sampah yang setiap hari akan selalu bertambah.

Dengan hal ini, Indonesia harus secara aktif ikut serta dalam kelestarian laut untuk penanganan pengurangan sampah di laut sebagai salah satu upaya pembangunan berkelanjutan pada perlindungan laut akan sumber daya laut yang ada, baik dalam konteks nasional maupun global.

Tidak hanya itu, kesadaran masyarakat harus ada dan dibangun untuk memikirkan dampak buruk akibat sampah. Sebab masyarakat sangat erat kaitanya dengan sampah, karena sampah merupakan hasil dari aktifitas kehidupan masyarakat.

Sampah tidak dapat dihapuskan khususnya di laut, namun yang memungkinkan yang dapat dilakukan adalah dengan 3R yaitu : dengan menggunakan ulang sampah seperti sampah plastik (reuse), mengurangi sampah seperti samprah plastik (reduce) dengan menggunakan bahan yang ramah lingkungan, dan mendaur ulang sampah (recycle) sehingga sampah
dapat dimanfaatkan kembali.

Dengan konsep 3R tersebut dapat memanfaatkan kembali sampah yang hanya terbuang apabila masih dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan.

Kirim ke :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All of nules.co | Newsphere by AF themes.