18 April 2024

Setiap orang (tidak) alay dan lebay dengan cara masing-masing

1 min read
Bahwa orang itu punya kesukaan dan hobi yang berbeda. Dan menjadikan orang tersebut menjadi alay atau lebay dengan caranya masing-masing..

Tulisan ini diperuntukkan kepada orang yang merasa alay dan orang yang menuduh orang lain alay.

Zaman sekarang adalah era dimana media informasi mudah diakses, ditambah lagi para inovator sosial media tidak pernah berhenti untuk mengupgrade medianya agar konsumen semakin tidak lepas dan bergantung pada ciptaannya.

Misal adanya story WA, instragram dan telegram. Sehingga menjadikan konsumennya punya penyakit narsisme dan terlalu mencintai dirinya sendiri.

Nah, point dari tulisan ini adalah setiap orang itu (tidak) alay dengan cara masing-masing. Yang mana, isi konten dari story nya tergantung apa yang ia sukai. Misal saya anak gaming, jadi apa yang saya story kan atau apa yang saya sebarkan dan kegiatan sehari-hari tidak pernah luput dari game.

Jadi, semisal ada orang yang bilang lebay dan alay, itu karena kita beda frekuensi (kalo kata orang zaman sekarang).

Contoh lainnya orang yang suka modifikasi kendaraan. Itu jelas, karena kita beda hobi dan kesukaan.

Maka dari sini dapat dipahami bahwa setiap orang punya kesukaan dan hobi yang berbeda. Sehingga menjadikan orang tersebut menjadi alay dan lebay dengan caranya masing-masing.

Tidak perlu menjudge orang lain karena kita beda hobi dan kesukaan. Sebab, hal yang berkaitan dengan hobi dan kesukaan itu bukan kebenaran mutlak sebagaimana tentang pengetahuan logika yang mana kebenarannya itu mutlak dan pasti.

Kirim ke :
Baca juga  Carok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All of nules.co | Newsphere by AF themes.