11 April 2024

Skripsi dan Problematika Mahasiswa

2 min read

Two woman with hijab working on laptop in office.

Nules.co – Sudah menjadi kebiasaan di penghujung perkuliahan, mahasiswa semester akhir melaksanakan tugas -yang katanya sakral- bernama skripsi.

Skripsi merupakan istilah yang digunakan di Indonesia untuk mengilustrasikan suatu karya tulis ilmiah berupa paparan tulisan hasil penelitian mahasiswa semester akhir untuk mendapatkan gelar sarjana S1 yang membahas suatu permasalahan atau fenomena dalam bidang ilmu tertentu dengan menggunakan kaidah-kaidah yang berlaku. (Wikipedia)

Skripsi ditulis mahasiswa semester akhir berdasarkan konsentrasi keilmuan yang mereka pelajari (sesuai jurusan) sebagai tugas akhir menuntaskan program sarjana strata 1 (S1). Skripsi juga merupakan karya ilmiah yang wajib ditulis oleh mahasiswa sebagai salah satu syarat lulus perguruan tinggi.

Jadi, menyusun skripsi itu sebuah rangkaian kegiatan menulis dan membaca, maka yang perlu diperhatikan oleh mahasiswa semester akhir, pertama kali, yang akan memudahkan proses skripsi mereka tentu saja adalah membaca.

Problematika yang terjadi -khususnya pada mahasiswa semester akhir- kebanyakan mengeluh dan ini dan itu dalam pelaksanaan skripsi. Mulai dari tidak memahami landasan teori, bingung mencari referensi, sulit menganalisa permasalahan, bahkan tidak paham sama sekali ? Haaaa..

Tentu, hal semacam ini muaranya pada bagaimana dan apa substansi skripsi itu tadi, yakni, membaca. Banyak yang mengatakan “saya paling malas membaca” atau “saya jarang baca-baca, pusing” atau juga “saya lebih suka melihat tiktok daripada membaca”.

Kalau ini pernyataannya, maka perlu suatu refleksi “Mengapa dulu kita memilih menjadi mahasiswa, ingin kuliah, dan lulus menjadi sarjana?” Kalau malas membaca harusnya tidak perlu kuliah, langsung saja cari kerja. Lalu bisa bekerja. Atau, cari kegiatan lain yang tidak perlu repot-repot untuk membaca. Iya, kan? Oh..

Hal yang membedakan antara sarjana dan bukan sarjana adalah pada pola pikir, membaca-menulis, dan khazanah pengetahuan serta pengalamannya. So, skripsi bisa menjadi mudah bagi mahasiswa yang rajin dan senang membaca. Dan sebaliknya, menjadi beban pikiran untuk mahasiswa yang malas membaca serta mengerjakannya. Semangat, para pejuang revisi!!

Kirim ke :
Baca juga  SD Muhammadiyah 1 Wringinanom Meriahkan HPSN dengan Peluncuran Buku "SAMPAH KU TANGGUNG JAWAB KU"

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All of nules.co | Newsphere by AF themes.